Back to top

  An adventure-learner who attached to Tauhiid-Based Learning, information technology, graphical and web design, good food, philosophy, and neuroscience with excessive happiness inside.

The thing is, don’t say anything unless you understand what you’re saying.

ムハンマド リド

When I found the good book available on the store…

When I found the good book available on the store…

Bandung, Sebuah Perspektif Lain Sejarah

Sebuah perspektif lain sejarah Bandung dan sekelumit penjelasan mengapa vandalisme begitu subur di sini.

I heard the cicadas calling and my body moved on its own!

越谷 夏海, のんのんびより

The World Seems To Be Disappear Now

Saya beruntung. Kala orang-orang meributkan kelangkaan bahan bakar minyak, saya,basically, tidak memiliki aktivitas apapun yang menggunakan kendaraan pribadi. Bisa dibilang, saya hanya duduk manis di workshop, mengerjakan beberapa hal, sembari sesekali bermain Dota 2, Counter Strike, atau jika bosan, menonton beberapa anime yang belum sempat saya nikmati.

Terlebih, saya baru menghabiskan sebagian uang untuk membeli dua jilid Naruto Hicho, yang entah mengapa, saya benar-benar tertarik untuk membacanya.

Keberuntungan saya belum berakhir sampai di sana, karena saya baru saja menonton Non Non Biyori, sebuah anime slice of life yang menggemaskan dan inspiratif.

Simplify Your Life

Ironis memang, ketika masyarakat perkotaan dibuat panik oleh kelangkaan bahan bakar minyak, dan sama halnya dengan orang-orang kota, masyarakat pedesaan yang awalnya tidak begitu tergantung dengan kendaraan bermotor, ikut-ikutan panik.

Kejadian seperti ini agaknya hanya terjadi di negeri ini, dan di saat yang sama, saya sedang menikmati Non Non Biyori. Mengusir kesepian dengan ditemani lima bocah lucu.

Kisahnya tidak mengada-ada, tidak dibuat dramatis, dan memang semestinya seperti itu. Sekelompok anak, berbeda umur, pada dasarnya berbeda grade, bersekolah di gedung yang lumayan besar, dan mereka berada dalam satu kelas yang sama.

Dengan guru yang sama.

Mereka bersahabat, dan layaknya anak seumuran mereka, polos dan carefree.

Natsumi si tengil – gadis tomboi pemalas, yang agaknya terlalu menggambarkan saya. Tidak peduli apakah score yang didapat besar atau kecil, diteriaki orangtuanya pun dia tetap acuh.

Komari si sial – dia gadis paling tua, kakaknya Natsumi, tapi pendek dan seringkali dikira anak kecil. Pernah dianggap sebagai anak hilang ketika membeli minuman kaleng di suatu pantai.

Hotaru si bongsor – murid pindahan dari Tokyo, dia sepertinya “jatuh cinta” pada Komari. Ketika Komari hilang, dia yang paling khawatir dan menangis sekencang-kencangnya. Tidak lupa, di kamarnya banyak sekali boneka Komari.

Renge, namanya diambil dari nama bunga – gadis paling muda, polos, dengan muka datar, dan kadangkala dia melakukan sesuatu yang tidak dipahami oleh teman-temannya.

Suguru si pendiam – kakaknya Natsumi, dan yang mengejutkan, dia tidak ada seiyūnya. Karena hanya muncul sesekali dan diam, jadi tidak banyak yang bisa saya ceritakan.

Tidak satupun dari mereka yang khawatir terhadap gadget, sehingga mereka begitu menikmati – apa yang saya sebut – pembelajaran jelajah. Bermain di sungai, mendaki gunung, memberi makan kelinci dan terkurung di dalam kandangnya, mencari tumbuhan liar yang bisa dimakan, piknik berdua, berukar makanan, membuat igloo, dan dengan lima orang saja, setidaknya mereka sudah berusaha untuk membuat bunkasai – festival budaya – di sekolahnya dan mengundang orang-orang terdekatnya.

Menariknya, saya bisa menitikkan air mata hanya karena mengingat kelakuan mereka yang begitu polos dan aktif, semurni anak-anak yang tidak teracuni oleh apapun, baik secara mental [baca: pemikiran] atau bahkan secara fisik. Di satu sisi, di tengah hiruk pikuk dunia, saya terjebak dalam kedamaian yang boleh dibilang masih bisa ditemui kalau kita mau mencarinya.

Saya bersyukur.

Nyanpasu!

Dibuka dengan Nanairo Biyori* yang dibawakan oleh Nano.Ripe, anime ini membuat saya bertanya-tanya, “Seberapa besar kita peduli dengan kehidupan ini?”

Jikalau kita sungguh peduli, mengapa kita malah menodainya dengan masalah-masalah yang tidak perlu diadakan sama sekali? Kita disibukkan dengan permasalahan politik yang tidak ada ujungnya, hidup kita begitu connected sampai-sampai tidak bisa jauh dari power jack.

Tidakkah terpikir oleh kita, ketika kita memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi, berarti kita memilih untuk tidak berinteraksi dengan lingkungan?

Tidakkah direnungkan oleh kita, ketika kita memilih untuk tenggelam dalam pekerjaan yang sifatnya ekonomis, kebutuhan kita semakin meningkat dan kita malah menjadi miskin karenanya?

Tidakkah dirasakan oleh kita, ketika kita memilih untuk menjadi dewasa, benak kita akan diributkan oleh pertimbangan-pertimbangan yang hanya membuat bingung dan depresi berkepanjangan?

Apa warna kehidupan yang kita kehendaki?

Apakah hitam putih, atau berwarna seperti halnya pelangi?

Mungkin ini adalah salah satu alasan mengapa saya memilih untuk tidak dewasa. Walau hanya 2D, saya sungguh iri pada mereka. Sebagaimana mereka, saya ingin belajar menikmati dan menjalani kehidupan ini apa adanya, sepolos mungkin. Terlepas apakah saya memilih untuk menjadi seorang yang tengil, atau ketiban sial, atau sekedar mengagumi seseorang.

Biar saja hidup saya ini dibumbui oleh rempah-rempah kehidupan yang alami, saya akan menjelajahi seluk beluknya, menemukan keindahan di dalamnya, dan bukankah pelangi adalah pantulan cahaya putih mentari oleh beningnya air hujan?

Cobalah untuk mendengarkan bisikan samar-samar dari kejauhan.

Sebuah nyanyian kehidupan.

Colourful water on the spring
Shines like rainbow
Anything was lost if we didn’t enjoy it

The thing that never vanishes
Laughing voice heard from the long distance
The song is still echoing

Bandung, 28 Agustus 2014

_____________________
[*] Secara harfiah, nanairo 「なないろ」 berarti seven prismatic colors, dan biyori 「びより」 berarti weather.

Let me know where the village where you live, I’ll be there… and probably will stay there.

Let me know where the village where you live, I’ll be there… and probably will stay there.

May I join “SOS Brigade”?

May I join “SOS Brigade”?

なないろびより

魚になって空は海
飛んでるように泳いでる
あの山をヒトツ越えたら見えてくる


真っ直ぐに伸びたあぜ道に
だれかの小っちゃな忘れ物
片っぽになったクツが示すは晴れ

ゆるやかに続いてく
日々は答えなどない

季節が水を染めて
七色に光るよ
息継ぎしたら消えた

絶え間なく降り注いでる
笑い声が遠くで
歌うように響いてる

逆さになって海の底
深く潜って目を凝らす
ふたつ並んだ足跡は続いている

時計は乾いた音を止め
世界は今にも消えそうだ
片っぽになったクツを拾いにゆこう

夜が来て
朝が来て
繰り返して息づく

宝物を集めてさ
歌うように泳ごう

季節が水を染めて
七色に光るよ
息継ぎしたら消えた

晴れたら手を繋いでさ
雨なら潜ってさ
染まる町を眺めよう

絶え間なく降り注いでる
笑い声が遠くで
歌うように響いてる

歌うように続いてく

Nanairo Biyori

Sakana ni natte sora wa umi
Tonderu yō ni oyoideru
Ano yama o hitotsu koetara miete kuru

Massugu ni nobita azemichi ni
Dare ka no chīcha na wasuremono
Katappo ni natta kutsu ga shimesu wa hare

Yuruyaka ni tsuzuiteku
Hibi wa kotae nado nai

Kisetsu ga mizu o somete
Nanairo ni hikaru yo
Ikitsugi shitara kieta

Taemanaku furisosoideru
Waraigoe ga tōku de
Utau yō ni hibi iteru

Sakasa ni natte umi no soko
Fukaku mogutte me o korasu
Futatsu naranda ashi ato wa tsuzuite iru

Tokei na kawaita oto o yaru
Sekai wa ima ni mo kie sō da
Katappo ni natta kutsu o hiroi ni yukō

Yoru ga kite
Asa ga kite
Kurikaeshite ikizuku

Takaramono o atsumete sa
Utau yō ni oyogō

Kisetsu ga mizu o somete
Nanairo ni hikaru yo
Ikitsugi shitara kieta

Haretara te o tsunaide sa
Ame nara mogutte sa
Somaru machi o nagame yō

Taemanaku furisosoideru
Waraigoe ga tōku de
Utau yō ni hibiiteru

Utau yō ni tsuzuiteku

Eat, sleep, game, repeat… it could be me, anyway.
#9gag

Eat, sleep, game, repeat… it could be me, anyway.

#9gag

[Kelirumologi] Arab, Islam, dan Batman

Mengapa kita begitu sibuk mengaitkan budaya Arab dengan Islam, dan apa pula hubungannya dengan Batman?